DTG, DTF dan DST, Mana Lebih Bagus untuk Sablon Baju?

July 24, 2021

Ada banyak pilihan teknik cetak sablon baju yang bisa kamu pilih. Antara lain seperti sablon DTF, DTG, dan DST. Lantas, kira-kira mana teknik sablon kaos terbaik dan recomended dari ketiga teknik tersebut? Jika harus memilih, pastinya tidak bisa serta merta langsung menentukan mana yang paling bagus hasilnya. Mengingat, ada kelebihan dan kekurangan dari setiap metode tersebut. Namun, kamu tetap bisa menentukan mana teknik cetak sablon yang paling tepat dengan menyesuaikan kebutuhan ataupun selera. Sebagai pertimbangan, kami Dyotees  sebagai penyedia jasa sablon kaos dan baju akan memaparkan keunggulan dari masing-masing metode sablon kaos yang bagus.

Keunggulan dan Cara Kerja Teknik Sablon DTF, DTG, dan DTS

  1. Sablon Kaos DTF

Teknik sablon DTF tentu saja menjadi salah satu metode sablon dengan mengandalkan kertas film serta tinta khusus dalam prosesnya. Penerapan dengan mentransfer desain atau gambar melalui kertas film untuk di press pada suhu tertentu pada bahan/objek material yang hendak disablon. Teknik atau metode sablon DTF (Digital Transfer Film) ini lebih cocok untuk menyablon desain gambar dengan warna solid dan mendetail. Bahkan, ada banyak bahan kaos atau baju yang cocok menggunakan teknik sablon ini. Antara lain mulai bahan polyester, cotton, scuba, bahan serat, dan sebagainya. Jadi, untuk kamu yang ingin mendapatkan sablon dengan warna solid dan kuat maka DTF bisa jadi pilihan terbaik.

  1. Sablon Kaos DTG

Sedikit berbeda dengan DTF, untuk teknik DTG sendiri menggunakan metode yang lebih aplikatif. Cara kerjanya cukup sederhana dengan mencetak desain/gambar pada kaos melalui mekanisme alat printer DTG. Biasanya, teknik sablon yang menggunakan sistem DTG (Direct to Garment) ini untuk mencetak sablon ke media dalam jumlah banyak. Hanya saja, untuk bahan objeknya hanya cocok untuk media kaos atau baju berbahan cotton. Selain bahan cotton, penggunaan metode sablon DTG akan membuat warna kurang pekat dan mudah luntur.

  1. Sablon Kaos DST

Teknik sablon DST adalah metode cetak sablon yang mengkombinasikan sablon manual dan digital. Pada prosesnya terbilang lebih rumit jika dibandingkan metode DTG maupun DTF. Karena, untuk mencetak gambar/desain memerlukan warna desain dengan tinta khusus DST serta kertas sublim A4 serta printer untuk sablon DST. Jika proses color print selesai maka berikutnya menimpa pasta plastisol pada kertas sublim A4 khusus DST yang kemudian perekatnya menggunakan bubuk powder adhesive. Setelah itu, pengeringan dilakukan memakai hot gun yang kemudian proses transfer atau penempelan pada bagian permukaan bahan dengan cara di press. Biasanya, penggunaan metode sablon ini khusus untuk custom sablon satuan saja mengingat jika dalam jumlah banyak pastinya akan banyak memakan biaya dan waktu.

Pilih Mana, DTG, DTF, atau DST?

Setelah memahami beberapa metode sablon DTG, DTF, dan DST, tentu saja kamu memiliki gambaran mana teknik paling bagus dan tepat. Jika kamu ingin mencetak kaos dalam jumlah banyak, akan lebih baik menggunakan teknik DTG. Karena, prosesnya yang cepat. Namun, untuk DTG penerapannya hanya cocok pada bahan kaos yang berbahan cotton saja. Sedangkan, bila kamu ingin mencetak baju dengan hasil gambar warna solid dan kuat maka teknik DTF bisa menjadi pilihan. Hanya saja, untuk biayanya jelas akan lebih mahal dan memakan waktu yang agak lama. Karena, membutuhkan proses dengan beberapa tahapan. Berbeda dengan DST, metode ini jauh lebih rumit dan membutuhkan biaya serta waktu yang lama. Tentu saja, teknik DST lebih cocok untuk kamu yang menginginkan sablon baju atau kaos satuan saja. Nah, dari berbagai kelebihan dan kekurangan metode sablon tersebut, kamu bisa menentukan berdasar atas kebutuhan atau keinginan. Tetapi, dalam hal ini Dyotees lebih merekomendasikan pada metode DTF atau DTG yang lebih fleksibel dengan hasil sablon yang tentunya tidak mengecewakan. Jadi, untuk sablon baju terbaikmu, sudahkah kamu tentukan metode mana yang akan kamu pilih?

Hubungi WhatsApp